Jakarta, 30 April 2025 — Untuk memperkuat kesiapan ekosistem menuju pasar modal, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, dan IDClear menggelar Go Public Workshop 2025 bertema “Navigating Indonesia’s Market Needs & IPO Opportunities for Shariah Fintech”.
Diselenggarakan pada 30 April 2025 di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, acara ini menghadirkan pembicara regulator dan praktisi yang membahas secara komprehensif kesiapan perusahaan fintech syariah untuk IPO, termasuk aspek produk, regulasi, hingga best practice persiapan go public.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyampaikan optimisme terhadap sektor ini.
“Meski kondisi geopolitik dan ekonomi global dinamis, pasar modal Indonesia tetap tumbuh dengan baik. Sampai dengan kuartal 1 tahun 2025 ini Indonesia mampu memperoleh pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat tertinggi di ASEAN dan nomor 9 di Dunia. Dari sisi jumlah investor, pertumbuhan investor di Indonesia juga tumbuh cukup signifikan Yoy 25%. Dalam konteks pasar modal syariah, Hingga Maret 2025, tercatat 667 saham syariah atau sama dengan 70% dari total perusahaan tercatat saat ini yaitu 956 perusahaan. Pertumbuhan investor syariah sejak 2019 sampai dengan 2024 juga bertumbuh hampir 2,5 kali lipat.”
Sandiaga Uno, Dewan Pengawas AFSI, juga menambahkan, “Go public bukan sekadar pencapaian prestise, tapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat luas. Fintech syariah memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif inklusi keuangan syariah di Indonesia, dan karenanya harus kita dorong agar siap melantai di bursa. Tentu, ini tak bisa dilakukan sendirian, diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, sebagaimana yang saat ini dibangun antara BEI dan AFSI. ”
Muhamad Ismail, Wakil Ketua Umum AFSI dan CEO Zahir Internasional, menekankan pentingnya peningkatan tata kelola dan kualitas produk dalam menghadapi dinamika pasar.
“Banyak indikator menunjukkan bahwa fintech syariah memiliki masa depan yang sangat prospektif, terutama di mata investor global. Indonesia memiliki populasi besar, pertumbuhan ekonomi digital yang cepat, serta kebutuhan masyarakat yang kian kompleks. Maka produk fintech syariah harus mampu menjawab kebutuhan lintas segmen tidak hanya umat muslim, tetapi juga masyarakat umum yang mencari layanan keuangan yang adil, transparan, dan beretika.
Tantangan terbesar kita adalah membuktikan bahwa fintech syariah tidak kalah secara fitur dan pengalaman digital dibandingkan layanan konvensional. Kita sudah melihat bukti nyata dari salah satu bank syariah besar di Indonesia bahwa digitalisasi yang dirancang dengan baik mampu mendorong lonjakan adopsi aktif secara signifikan”.
Alan Fatih, Kepala Unit Pengembangan Startup dan SME BEI, menjelaskan “BEI berkomitmen mendukung mendukung akselerasi pertumbuhan perusahaan untuk masuk ke pasar modal tidak terkecuali perusahaan berbasis teknologi, termasuk fintech syariah. Salah satu bentuk inisiatif BEI melalui program IDX Incubator, kami tidak hanya menyediakan pembinaan teknis, tetapi juga pendampingan strategis dalam hal tata kelola, kesiapan finansial, hingga pemahaman komprehensif terhadap mekanisme IPO. Tujuan kami adalah membangun fondasi yang kuat bagi startup agar mampu mempersiapkan proses IPO dengan baik dan menjadi perusahaan tercatat yang kredibel.”
Joseph Edi Hut Lumban Gaol, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk., membagikan pengalamannya, “IPO bukan garis akhir, melainkan awal dari babak baru yang menuntut ketangguhan tata kelola, transparansi, dan inovasi berkelanjutan. Masuk ke bursa bukan hanya transformasi finansial, tapi juga kredibilitas. Kami membuktikan bahwa dengan persiapan matang, transisi dari startup ke emiten bisa dicapai. Fintech syariah punya posisi unik, terutama dalam mengakses pasar halal global.”
Dengan ekosistem regulasi yang semakin terbuka, inovasi produk keuangan yang relevan, serta besarnya minat investor terhadap ekonomi berkelanjutan, fintech syariah diyakini akan memainkan peran penting dalam memperkuat pasar modal nasional. AFSI percaya bahwa sinergi dengan BEI akan membantu terciptanya iklim investasi yang sehat, inklusif, dan berbasis nilai, sekaligus menjadikan Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan fintech syariah global.
####
MEDIA CONTACT
Contact: Adinda Lia Analia, Sr. Staf Komunikasi dan Kemitraan AFSI
Email: dinda@fintechsyariah.id